Pernah nggak kamu bertanya-tanya, sebenarnya apa sih pengertian sejarah itu? Mungkin banyak yang ngerasa kalau sejarah itu cuma soal ngafalin tanggal dan nama tokoh yang membosankan, padahal aslinya jauh lebih seru dan mendalam, lho!
Sejarah itu nggak cuma cerita usang masa lalu, tapi sebuah ilmu penting yang membantu kita untuk merekonstruksi masa lalu supaya kita bisa belajar banyak hal sebagai pedoman masa depan. Nah, dari mana sih asal usul kata sejarah ini dan apa aja pengertiannya menurut para ahli?
Dalam artikel ini kita bakal mengupas tuntas tentang pengertian sejarah dari segi bahasa (etimologi), pengertiannya secara umum, sampai definisinya dari kacamata para ahli. Langsung aja yuk, kita mulai!
Ternyata, asal mula kata "sejarah" itu unik banget, lho! Secara bahasa, kata sejarah yang kita pakai dalam bahasa Indonesia ini diserap dari bahasa Arab, yaitu syajaratun (atau syajarah) yang berarti pohon. Kenapa harus pohon? Soalnya, sejarah itu ibarat pohon yang terus tumbuh dan berkembang dari akar, dahan, hingga ke daun, yang maknanya berkembang menjadi silsilah, asal-usul, atau keturunan sebuah keluarga.
Selain dari bahasa Arab, kata sejarah di berbagai bahasa asing juga punya makna yang seru. Dalam bahasa Yunani Kuno, terdapat kata historia yang kurang lebih artinya "belajar dengan cara bertanya-tanya" atau ilmu pengetahuan hasil dari proses penyelidikan. Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi history yang kini sangat identik dengan makna masa lampau umat manusia. Ada juga kata geschichte dalam bahasa Jerman dan geschiedenis dalam bahasa Belanda yang berakar dari kata kejadian, atau berarti sesuatu yang telah terjadi.
Terus, kalau di Indonesia sendiri definisinya seperti apa? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata sejarah memiliki tiga makna utama, yaitu (1) kesusastraan lama yang merujuk pada silsilah atau asal usul keturunan, (2) kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, serta (3) ilmu, pengetahuan, cerita, atau pelajaran tentang peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau tersebut.
Jadi, kalau disimpulkan secara umum, pengertian sejarah adalah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang secara sistematis mengkaji keseluruhan perkembangan, proses perubahan, dan dinamika kehidupan masyarakat beserta segala aspeknya yang terjadi di masa lampau.
Supaya makin kebayang, kita juga perlu tahu nih gimana para sejarawan dan tokoh hebat mendefinisikan sejarah. Berikut adalah beberapa pandangan mereka:
1. R. Mohammad Ali
Menurut R. Mohammad Ali, sejarah adalah keseluruhan perubahan, kejadian, dan peristiwa yang benar-benar nyata di sekitar kita. Di samping itu, sejarah juga merupakan sebuah cerita tentang perubahan tersebut, sekaligus ilmu yang bertugas untuk menyelidikinya.
2. Sartono Kartodirdjo
Sejarawan kondang Indonesia ini membagi sejarah ke dalam dua sudut pandang, yakni arti subjektif dan objektif. Secara subjektif, sejarah adalah bangunan atau konstruksi yang disusun oleh penulis sebagai sebuah uraian cerita. Sedangkan secara objektif, sejarah menunjuk pada proses kejadian atau peristiwa itu sendiri dalam aktualitasnya, di mana kejadian tersebut tidak bisa diulang lagi.
3. Edward Hallett Carr
Nah, kalau menurut sejarawan asal Inggris ini, sejarah itu nggak statis. Menurut Carr, sejarah adalah sebuah proses interaksi tanpa henti antara seorang sejarawan dengan fakta-fakta yang sedang ditelitinya. Ia mengibaratkannya sebagai sebuah dialog yang terus-menerus terjadi antara masa sekarang dengan masa silam.
4. Kuntowijoyo
Menurut Kuntowijoyo, sederhananya sejarah itu adalah rekonstruksi masa lalu. Artinya, sejarah adalah upaya manusia buat menghadirkan kembali tindakan atau kejadian-kejadian nyata di masa lampau untuk dikontekstualisasikan ke dalam bentuk sebuah kisah sejarah.
5. Mohammad Yamin
Moh. Yamin merumuskan bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cerita bertarikh. Cerita tersebut merupakan hasil penafsiran atau penyelidikan atas berbagai kejadian dalam masyarakat manusia di waktu lampau, yang tentunya bisa dibuktikan dengan berbagai bahan tulisan atau peninggalan lainnya.
6. Ibnu Khaldun Pemikir besar ini membagi pemahaman sejarah (atau Fann al-tarikh) ke dalam dua sisi. Dari sisi luarnya, sejarah itu sekadar rekaman tentang perputaran waktu, urutan peristiwa, dan bergantinya kekuasaan. Tapi dari sisi dalamnya, sejarah jauh lebih dari itu! Ia adalah suatu penalaran kritis, pencarian kebenaran yang sangat cermat, serta penjelasan yang mendalam tentang sebab-musabab kenapa sebuah peristiwa bisa terjadi secara nyata.
Gimana, sekarang udah makin kebayang kan betapa luas dan serunya ilmu sejarah itu? Nggak cuma sekadar mitos atau dongeng usang, tapi sejarah bener-bener punya aturan main dan jadi jembatan kita untuk memahami dinamika kehidupan umat manusia dari waktu ke waktu!