Wah, Pulau Sumatera juga gudangnya para pejuang hebat lho, Squad! Perlawanan mereka punya cerita dan keunikannya masing-masing. Yuk, kita kenalan sama tiga di antaranya!
1. Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)
Di Palembang, ada seorang Sultan yang cerdas dan jago taktik bernama Sultan Mahmud Badaruddin II. Kesultanan Palembang ini kaya raya, terutama karena menguasai timah dari Pulau Bangka dan Belitung. Jelas aja, Belanda dan Inggris sama-sama ngiler pengen menguasainya.
Sultan Mahmud Badaruddin II ini pinter banget memanfaatkan persaingan antara Inggris dan Belanda. Waktu kekuasaan Belanda melemah, dia nggak ragu buat menyerang dan mengusir mereka dari Palembang. Tapi, setelah urusan di Eropa selesai, Belanda balik lagi ke Nusantara dengan kekuatan penuh. Tentu saja tujuan utama mereka adalah membalas dendam dan menaklukkan Palembang.
Perang pun nggak terhindarkan! Sultan Mahmud Badaruddin II memimpin rakyatnya dengan gigih, tapi kekuatan militer Belanda saat itu terlalu superior. Setelah perlawanan yang sengit, sang Sultan akhirnya ditangkap dan diasingkan jauh ke Ternate, Maluku Utara.
2. Tuanku Imam Bonjol & Perang Padri (Sumatera Barat)
Nah, kalau yang ini ceritanya unik banget! Perang Padri itu awalnya bukan perang melawan Belanda, lho. Tapi perang saudara antara dua kelompok di Minangkabau.
Kaum Padri, kelompok para ulama yang ingin memurnikan ajaran Islam di sana dari kebiasaan-kebiasaan lokal seperti sabung ayam dan judi.
Kaum Adat, kelompok yang memegang teguh tradisi dan adat istiadat leluhur.
Melihat perpecahan ini, Belanda langsung mengeluarkan jurus andalannya: devide et impera! Mereka pura-pura membantu Kaum Adat dengan tujuan akhir menguasai seluruh wilayah Minangkabau yang subur itu.
Di tengah kekacauan inilah, muncul tokoh pemimpin dari Kaum Padri, yaitu Tuanku Imam Bonjol. Seiring berjalannya waktu, Kaum Adat dan Kaum Padri akhirnya sadar kalau mereka sama-sama rugi dan musuh mereka yang sebenarnya adalah Belanda yang licik!
Akhirnya, kedua kelompok yang tadinya bermusuhan ini bersatu di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol untuk bersama-sama mengusir Belanda. Perlawanan mereka dahsyat banget dan bikin Belanda super kewalahan. Tapi, lagi-lagi, dengan kekuatan militer yang lebih besar dan siasat licik, Belanda berhasil menangkap Tuanku Imam Bonjol dalam sebuah perundingan palsu, lalu mengasingkannya hingga wafat.
3. Sisingamangaraja XII (Tapanuli)
Sekarang kita ke Tapanuli, tanah Batak. Di sini ada seorang pemimpin yang bukan cuma raja, tapi juga pemimpin spiritual yang sangat dihormati, yaitu Sisingamangaraja XII. Selama ratusan tahun, tanah Batak ini merdeka dan nggak pernah dijajah.
Tapi, Belanda punya ambisi bernama Pax Neerlandica, yaitu ambisi untuk menguasai seluruh wilayah Nusantara. Tanah Batak yang merdeka ini dianggap sebagai "duri" yang harus ditaklukkan. Selain itu, Belanda juga memakai dalih melindungi para misionaris (penyebar agama Kristen) untuk masuk ke wilayah Batak.
Sisingamangaraja XII melihat ini sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan tradisi tanah leluhurnya. Maka, dimulailah Perang Batak yang berlangsung selama hampir 30 tahun! Dengan taktik perang gerilya di medan yang bergunung-gunung, Sisingamangaraja XII dan rakyatnya menjadi lawan yang sangat tangguh bagi Belanda.
Belanda yang frustrasi akhirnya mengerahkan pasukan khusus (Marsose) untuk memburu Sisingamangaraja XII. Dalam sebuah pertempuran terakhir yang sengit, Sisingamangaraja XII menolak untuk menyerah. Dia gugur bersama putra-putrinya, mempertahankan tanah airnya sampai titik darah penghabisan. Heroik banget, ya!